About LCI

Human is born dan will die, as it is the fate. In between the birth and the death is the life, that is indeed our individual effort how to live it. And we are in dire need of survival ability.

 

In the early era of human roams the earth, human’s death is mostly due to natural aging. Now human’s death is mostly caused by diseases.

Diseases like Tuberculosis, Cholera, Hepatitis, Measles and many other Communicable Diseases have becoming our greatest threats since early Current Era till now, some outbreak into pandemic with massive death toll. Old pathogen outbreaks and new pathogen emerges raise serious questions on our immune system: why does our immune system seem to lose it’s ability to protect from these threats? Why does it seem to be degraded or even worse... impotent?

Just not enough with Communicable Diseases, since the late 19th century, NonCommunicable Diseases (NCDs) like Stroke, Diabetes, Cancer, Heart Disease and many more have showing significant increased prevalence. Study and statistic show a relation between the increased prevalence of NCDs with tremendous increased of obesity globally and across vertical society, from the rich to the poor, and across ages. Obesity is believed to be the precursor for other metabolic diseases. Statistic also shows that the prevalence of obesity rises linearly in US after the introduction of 1977 US Dietary Goals for Americans, a dietary guideline that is also adopted later by Indonesia and many other countries.

 

In 2011 Indonesian Ministry of Health had claimed NCDs as the highest cause of mortality in Indonesia. Together with communicable diseases, they become the double burden to Indonesia’s national health system and economies through direct medical costs and loss of work and wages. Not to mention the economic loss to the people themselves and their families. How long can we hold back and stand for it while the problems exponentially decrease our life quality and live expectancy?

 

Could it be something is missed out in the way we look at our health, the way we eat our food, the way we live our life? As we believe our Almighty Creator creates each of us unto His perfection, where did it go wrong?

 

What if there is truly SOMETHING that is the key to a much better lifestyle that subsequently is able to boost our body’s system and lower the burden on the economies in the end?

 

Those concerns and thoughts have driven some people to actively search into the answers in human’s cell base. Pioneered by Tyo Prasetyo back in 2008, it spread out among limited circles of people, then later in early 2016 into the establishment of a low carb and fasting e-community, called Keto-Fastosis Indonesia. Learn more about KetoFastosis Indonesia, through following link www.ketofastosis.com

Low Carb Indonesia (LCI) is an event organizer, founded by Nur Agus Prasetyo, or Tyo for shortcut, in August 5th 2018.  LCI focuses in the education of low carb lifestyle and intermittent fasting to boost the prime lifestyle and regain the perfection graced by The Almighty Creator.

 

Such education could be in the form of scientific conferences with international and national reputable speakers, articles, journals, etc. to support the low-carb lifestyle.

 

Behind Event

Be the light in the darkness” is the wisdom behind untiringly education of low carb and fasting lifestyle by Tyo Prasetyo to the society, both commoners and health workers.

 

Started formally with the first local seminar in Jakarta on March 5th 2016 with approximately 300 audience, mostly commoners. Together with increasing frequency of testimonials in success either in remedial of disease or weight loss, it is contagiously spread out into other cities across Indonesia. The audience profile develops quickly into medical practitioners, dietician, nutritionists and nurses. The speakers profile also develops from initially solo speaker Tyo to later partnering with fellow seniors of KetoFastosis Indonesia community and health workers who are practicing low carb and fasting lifestyle.

The Indonesia’s International Low Carb Conference on April 6th-7th 2019 is the important milestone for the journey of low carb society in Indonesia to start collaborating with low carb communities in other countries and hopefully to be able to contribute to global wave of low carb lifestyle.

 

Tentang LCI

Adalah takdir manusia untuk lahir dan pada akhirnya mati. Di antara kedua momen itu, adalah kehidupan dimana kita berkeseharian. Ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol dalam kehidupan karena merupakan kondisi bawaan yang dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta, namun sisanya hampir semua berada di tangan kita sendiri termasuk adalah usaha kita untuk bertahan hidup.

 

Berkaca dari jaman kehidupan manusia primitif, kematian disebabkan oleh usia tua dimana lingkaran kehidupan manusia telah sampai pada titik akhirnya. Namun sayangnya, semakin mendekati era modern, kematian manusia justru semakin banyak disebabkan oleh penyakit.

 

Penyakit seperti TBC, Kolera, Hepatitis, Campak, Cacar dan penyakit menular lainnya menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Penularan yang cepat dan tingginya resiko terjadi  pandemik menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup manusia.

Wajar jika kita mempertanyakan: apa yang terjadi dengan sistem imunitas tubuh kita? Mengapa kemampuan kita bertahan dari penyakit menjadi berkurang, atau lebih parahnya... kehilangan kemampuan? Apa yang menyebabkan degradasi sistem imunitas ini?

 

Tidak berhenti di penyakit menular saja, sejak akhir abad 19 mulai bermunculan kasus penyakit seperti Stroke, Diabetes, Kanker, Penyakit Jantung dan penyakit tidak menular lain yang ikut menambahkan jumlah kematian manusia. Penelitian dan statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara meningkatnya jumlah penderita obesitas dengan naiknya prevalensi penyakit tidak menular ini. Obesitas yang sudah terjadi secara global dan tidak mengenal usia maupun kemapanan seseorang, ditengarai menjadi penyebab utama gangguan metabolisma yang berujung pada satu atau beberapa penyakit tidak menular tersebut.

Statistik juga menunjukkan bahwa obesitas ini meningkat setelah diluncurkannya US Dietary Goals for American di tahun 1977 yang merupakan acuan pola makan di Amerika, yang kemudian ikut diterapkan di Indonesia dan banyak negara lain.

 

Di tahun 2011, Kementerian Kesehatan Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab terbanyak kematian di Indonesia. Bersama dengan penyakit menular yang juga masih mejadi penyebab kematian, hal ini sungguh menakutkan dan merisaukan karena menjadi beban ganda bagi sistem kesehatan nasional dan perekonomian. Meningkatnya biaya perawatan medis tentu berdampak pada perekonomian mulai dari skala individu sampai skala negara. Bukan sedikit orang terpaksa harus merelakan pekerjaan dan nafkahnya karena sakit. Sampai kapan kita kuat menahannya?

 

Mungkinkah ada yang salah selama ini dari pandangan kita mengenai kesehatan kita? Pandangan mengenai makanan kita? Pandangan mengenai gaya hidup kita?

Karena Sang Maha Pencipta menciptakan manusia sempurna penuh dengan keberdayaan, dimanakah letak salahnya sehingga manusia seolah tak berdaya dengan penyakit?

Bagaimana jika benar ada sesuatu yang menjadi kunci untuk gaya hidup yang jauh lebih baik yang bisa mengembalikan sistem tubuh kita mendekati fitrahnya?

 

Semua pertanyaan ini mengusik beberapa orang untuk menggali jawabannya. Dipelopori oleh Tyo Prasetyo di tahun 2008 yang kemudian disebarkan secara getok tular di lingkup terbatas sampai kemudian di awal 2016 yang berkembang menjadi komunitas daring KetoFastosis Indonesia yang berkembang pesat dalam waktu singkat. Untuk mengetahui lebih jauh tetnang KetoFastosis Indonesia silakan gunakan tautan berikut www.ketofastosis.com

Low Carb Indonesia (LCI) adalah sebuah event organizer, yang dibentuk oleh Nur Agus Prasetyo, atau Tyo, pada tanggal 5 Agustus 2018, yang fokus pada edukasi pilihan gaya hidup puasa berkala dengan pola makan rendah karbohidrat untuk mendapatkan kembali keberdayaan alami manusia dalam menghadapi ancaman kesehatan.

 

Edukasi yang diselenggarakan antara lain berupa konferensi dan seminar kesehatan dengan pembicara dari internasional, maupun melalui artikel dan jurnal yang dapat memberikan dukungan secara ilmiah bagi pemilihan gaya hidup rendah karbohidrat ini.

Di balik Event

Menjadi nyala terang di tengah kegelapan” senantiasa dijadikan penyemangat di balik usaha edukasi yang tidak mengenal lelah dari Tyo Prasetyo mengenai gaya hidup rendah karbohidrat dan puasa.

 

Edukasi secara formal dimulai dengan seminar lokal pertama di Jakarta pada 5 Maret 2016 dengan kurang lebih 300 peserta yang mayoritas adalah orang awam. Seiring dengan semakin meningkatnya kerinduan orang akan solusi perbaikan penyakit dan penurunan berat badan dibarengi dengan semakin banyak bermunculan testimoni-testimoni, permintaan seminar dan roadshow menular dengan cepat ke kota-kota di seluruh Indonesia. Profil pesertapun sudah bertambah, bukan hanya orang awam namun juga para tenaga kesehatan (dokter, ahli diet, ahli nutrisi, perawat). Demikian pula profil pemateri, dari awalnya hanya Tyo seorang, kini sudah melibatkan para senior di komunitas KetoFastosis dan juga para tenaga kesehatan yang mengaplikasikan gaya hidup rendah karbohidrat dan puasa ini.

 

Ajang Indonesia’s International Low Carb Conference pada 6-7 April 2019 menjadi penanda penting bagi perjalanan komunitas rendah karbohidrat di Indonesia. Ajang ini membuka hubungan dengan komunitas rendah karbohidrat di negara lain di dunia dengan harapan untuk dapat saling berkontribusi untuk mendukung gaya hidup rendah karbohidrat menggelombang di dunia.

Pangkalan Asem Raya No. 9D, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat

Tel: +62 818 0705 1275

Fax: (under submission)

eventlowcarbindo@gmail.com

© 2018 by Low Carb Indonesia

Proudly created with richness of Indonesian heritage

  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • YouTube Social  Icon